Senyuman kehidupan

Rabu, April 28, 2010

Nyanyian Subuh


Nyanyian Subuh
By Imam Mawardi

Sebelum matahari terbangun… fajar telah mengantarkan embun
Sampai di ubun fikiranku
Masih terasa subuh menggayut kabut di setiap tapak perjalanan
Hidup tak kan berhenti di sini
Do’a–doa pagi membias altar di dinding beku penuh jamur dan lumpur
Tersisa aroma melati yang tumbuh di belukar fikiran

Tak sampai kuragukan setiap celuk dedaunan
Embun menetes seperti doa di jagat lazuardi
Damai hati membahasakan cinta yang terbangun sebelum subuh
Sampai dua malaikat menebar doa

Asaku tumbuh mengembang… cinta
: menafsirkan langit yang memerah

Bandung, 28 April 2010

Selasa, Maret 23, 2010

Tujuh Tahun Ikrar itu ... Catatan untuk Umihan with love


Tujuh Tahun Ikrar itu ...
Catatan untuk Umihan with love

by Imam Mawardi (abihan)

Tujuh tahun ikrar itu menjadi bulatan-bulatan permata yang semakin mengkilat
saat Tuhan menyatukan cinta-Nya dalam perjanjian yang dituliskan
dari hati dan dari hati hamba-Nya

Tujuh tahun ikrar itu awal sebuah proses ketika hidup harus dijalani dengan logika yang sederhana
logika untuk mengerti bahwa hidup adalah pendidikan
logika untuk memahami bahwa hidup adalah perjuangan
tak mengenal akhir
karena hidup, saujana kebersamaan untuk memberi cahaya

Tujuh tahun lalu ketika sejarah mulai dituliskan di dinding-dinding hati
memberi warna setiap nafas dengan syukur
membelai berjalannya waktu akan perubahan fisik dengan rahmah
mengelola rizki untuk kebajikan

Kini, di tahun ketujuh… permata hidup harus tetap diasah
bersama dua buah hati memberi warna kehidupan
permata harus tetap diasah dengan keimanan

Ya Allah ya Khaliqul Musawwir Pencipta kejadian yang sempurna
Ikatlah hati kami selalu dalam perjanjianMu untuk mengisi setiap episode kehidupan dengan iman dan cinta
Jadikan setiap kesulitan dan kenikmatan hidup menjadikan kami kuat dan syukur
Ya Allah kami berharap ridha-Mu dalam membina keluarga meneruskan peradaban generasi kehidupan.

Bandung, 23 Maret 2010

Logika Gerimis

Logika Gerimis
By Imam Mawardi (Abihan)

Mengeja hari di pusaran waktu ketika tidak ada lagi pertanyaan tentang cinta yang dicuri
atau mengendap-endap mengisi setiap bahasa menyuguhkan hidangan hati
kau datang dengan logika gerimis membawa buku-buku bercerita kabut putih
padahal waktu telah berevolusi menggiring cinta untuk kau mengerti

Aku melihat tak bergeming bermain logika gerimismu yang menari-nari
seperti dalam nampan paradigma menawarkan harga naluri
selaksa hasratku yang berembun menyublim hati selembut nafiri
menyesesuaikan bahasa bagaimana harus memahami
cinta dan keakuanmu

Bandung, 23 Maret 2010

Minggu, Februari 28, 2010

Implementasi Kurikulum Kehidupan


Implementasi Kurikulum Kehidupan
by Imam Mawardi (Abihan)

Kehidupan berjalan seiring perubahan demi perubahan. Setiap perubahan membawa dampak nyata baik yang positif maupun yang negatif. Apapun jenis perubahan kita harus mensikapinya dengan fikiran yang terbuka dan hati yang terjaga. Seberapa banyak kita belajar sebanyak itu pula kita tidak memahami apa sebenarnya kehidupan itu sendiri.

Hidup penuh rencana-rencana. Rencana merupakan ide atau gagasan terbesar yang bisa hilang begitu saja bila tak diiringi niat dan kemampuan yang baik. Setiap rencana akan bermakna bila mampu diaktualisasikan dalam dunia nyata. Fazlur Rahman mengatakan bahwa pemikir besar dan orisinal adalah seseorang yang menemukan gagasan pokok (master idea), yaitu prinsip dasar yang mengandung semua realitas lalu memahaminya sehingga menjadi sesuatu yang baru dan penting. Gagasan pokok itu mengubah dasar-dasar perspektif kita dalam melihat realitas bahkan bisa memberikan solusi yang segar dan jitu terhadap permasalahan-permasalahan lama yang mengganggu pikiran manusia.

Pendidikan adalah kehidupan dan kehidupan adalah pendidikan. Dalam kehidupan memerlukan pendidikan sebagai alat untuk mentransformasikan nilai-nilai, demikian juga pendidikan alat bagaimana memahami kehidupan. Sayangnya, peran-peran ini dalam manifestasinya banyak dibatasi oleh sekat ruang dan waktu. Sekat-sekat ini sebenarnya hanyalah bagian kecil dari apa yang dinamakan pengajaran dan bukan pendidikan, mesipun pengajaran ada dalam pendidikan. Sekat-sekat ini merupakan pengertian sederhana dari kurikulum bagaimana memproses pengajaran dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasinya.

Apabila dilihat dari perspektif yang lebih luas, ketika kehidupan dimaknai pendidikan dimana nilai-nilai menjadi wujud kebudayaan, maka kebudayaan menjadi proses yang penting. Nilai-nilai kebudayaan menurut H.A.R. Tilaar, ditransmisikan dengan proses-proses ‘acquiring’ melalui ‘inquiring’. Jadi proses pendidikan bukan terjadi secara pasif atau “culture determined” tetapi melalui proses interaktif antara manusia. Proses tersebut memungkinkan terjadinya perkembangan budaya melalui kemampuan-kemampuan kreatif yang memungkinkan terjadi inovasi dan penemuan-penemuan budaya lainnya, serta asimilasi, akulturasi dan sebagainya. Dari perspektif lebih luas ini kurikulum harus dimaknai sebagai sebuah proses dari tahapan-tahapan kehidupan, dari ketika seseorang dilahirkan, dibesarkan, belajar memenuhi kebutuhannya, bersosialisasi, sampai bagaimana mencapai makna hidup. Dengan demikian di setiap tahapan kehidupan ada nilai-nilai yang menjadi inti kurikulum.

Implementasi kurikulum kehidupan dalam mentransformasikan nilai-nilai menjadi tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi, menduduki peran apapun baik sebagai diri sendiri, sebagai kepala keluarga, sebagai guru, pemimpin masyarakat dan banyak lagi peran yang perlu dipelajari. Di sini kurikulum mengajarkan makna pendidikan bagaimana menjadi manusia yang berarti.

Magelang, 28 Februari 2010