Senyuman kehidupan

Minggu, Januari 25, 2009

Mengenal Jejak Langkah


Mengenal Jejak Langkah

by Abihan (I Mawardi el-Razal)

Seraut wajah menyisahkan letih. Terasa hampa airmata menumpahkan asa
Hari-hari seperti elegi, menyimpan tanya di ketiak zaman
Adakah yang kau rasakan di tabir impianmu semusim yang kelabu
Ketika tawamu mencoba hadirkan kejujuran semesta, tak terbeli kerinduan bulan
Seperti pungguk yang selalu bertanya di soal yang sama sepanjang musim

Lukisan malam masih jelas tergambar di wajah bulanmu, bercerita tentang persenggamaan sunyi do’a-do’a
Untuk menabur harapan yang selalu baru
Padahal pagi belum menjadi sketsa dari bayang-bayang masa depan
Tetapi pagi pasti nan datang bercerita burung-burung kepodang
Di belantara rumah kehidupan

Yang terlihat sunyi... hati yang orgasme di tepian mimpi
Menyisahkan doa yang tertanggal di kebun nurani
Masihkah kau ragukan setiap benih yang kau semai semenjak pagi
Sebelum tidurmu menjadi hantu dengan logika-logika keraguan yang kau ciptakan sendiri
Berteman impian
Sesaat sebelum kau mengenal jejak langkah, aku telah kabarkan makna kecantikan itu bukan sekedar bunga atau suara kutilang menjelang senja
Adalah harmoni yang selalu mengisi hari-hari dari ketergantungan rasa
Untuk selalu ingin kembali kepada cinta sang maha cinta

Semoga tak perih walau wajahmu tak menampik kejujuran kataku
Sesakti harapan yang berselimut cahaya


Magelang, 27 Juni 2008

Imam Mawardi Rz

Tidak ada komentar: