Senyuman kehidupan

Selasa, April 01, 2008

Menanti Buah Hati

Menanti Buah Hati
oleh Umi_hany
...masih saja menegangkan, padahal ini yang kedua kalinya. HPL (hari perkiraan lahir) sang buah hati memang jatuh hari ini. Semalam diiringi gerimis, kaku rasa mengejang membingkai dua perasaan, harap dan cemas sang umi. Hari-hari terasa lambat dalam hitungan detak waktu... kapan sang buah hati terlahir dari rahim sunyi. Menanti dalam kepastian untuk mengeja setiap huruf di setiap fikiran, perasaan bahkan angan-angan yang menari-menari menjadi ayat-ayat tarbiyah. Sang buah hati... kerinduan umi, menatap mata mataharimu yang selama ini hanya berdialog sunyi, saat elusan membekas gerakan sensitif berbaur doa. Umi belajar menyentuh hakekat kewanitaan. Bersana mbak Hany (buah hati pertama, 3 th) dalam kelucuan masa peka dan kecerian hari-hari yang berganti, meladeni kerewelan sekaligus lompatan intelektual proses bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain di sekolah kehidupan, karena abi belum mampu menitipkan di play group, biarlah bersama umi dan calon adik selalu belajar, berdialog dan bercanda. Bukankah ini pendidikan yang sesungguhnya?. Kadar nilai kewanitaan adalah menikmati takdir memiliki rahim sebagai bahasa kasih sayang seorang umi seperti saya. Umi dalam detik-detik penentuan waktu... mengemban amanat panjang di sebuah perjuangan kehidupan.
Semoga buah hati yang telah terlahir ( Hany) dan yang akan terlahir (?) menjadi anak-anak peradaban yang salih, cerdas, santun dan bijaksana dalam menghadapi persoalan-persoalan yang pasti bermunculan. Inilah harapan umi.... harapan yang menyertai doa.
Semoga hari-hari adalah senyuman untuk menanti sang buah hati.

1 komentar:

abiaz mengatakan...

Waktu itu adalah beberapa saat yang lalu. dan kini saatnya menuai bahagia bersama ceria senyum sekecil berdua. Hm.. indah terasa tak terkira tentunya. (ummu-Azmi)